Tap into Indonesia’s Finest Delicacies
Creating unforgettable experience through the finest showcases of Indonesia’s flavors while presenting artisan hospitality solution.

9 – 12 July 2026 • Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City
17 – 20 September 2026 • Grand City Convex, Surabaya

Days to NFH 2026 Surabaya

Day(s)

:

Hour(s)

:

Minute(s)

:

Second(s)

Tap into Indonesia’s Finest Delicacies

Creating unforgettable experience through the finest showcases of Indonesia’s flavors while presenting artisan hospitality solution

9-12 July 2026 • Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City
17-20 September 2026 • Grand City Convex Surabaya

Days to NFH 2026 Surabaya

Day(s)

:

Hour(s)

:

Minute(s)

:

Second(s)

Industri Food & Beverage (FnB) dan perhotelan di Indonesia menyimpan segudang potensi. Namun dibalik peluang tersebut, terdapat tantangan nyata yang kerap menghambat laju pertumbuhannya. Fragmentasi antar pelaku industri, minimnya ruang bertukar ilmu secara terbuka, hingga sulitnya beradaptasi dengan tren pasar yang bergerak cepat menjadi isu yang terus dirasakan oleh para profesional di lapangan. Terlebih lagi, era pasca-pandemi telah membawa perubahan signifikan terhadap perilaku konsumen, mendorong industri untuk beradaptasi dengan cara yang lebih strategis dan terarah.

Togu Sahat Nainggolan, Presiden Indonesia Sommelier Association (ISA), melihat NFH dari sudut pandang yang sangat pragmatis. Baginya, NFH adalah ruang yang sangat dibutuhkan, sebuah tempat di mana para profesional dari berbagai segmen industri, mulai dari sommelier, chef, manajer hotel, hingga pelaku bisnis F&B, dapat benar-benar duduk bersama, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, dan merumuskan solusi secara kolektif. Sebuah fungsi yang mungkin terlihat sederhana dalam konsep, namun memiliki dampak yang sangat besar bagi perkembangan ekosistem industri secara keseluruhan.

NFH memberikan solusi dengan mengumpulkan para pelaku industri untuk bisa saling bertukar pikiran dan mengembangkan visi dan misi yang market-minded. Kita harus mengikuti zaman dan mengikuti kebutuhan pasar itu sendiri.

— Togu Sahat Nainggolan, Presiden Indonesia Sommelier Association

Dukungan penuh dari ISA terhadap NFH yang telah terjalin sejak tahun lalu bukanlah tanpa alasan. Togu memahami bahwa kemajuan industri F&B dan perhotelan sangat bergantung pada keterhubungan antar segmen bisnis yang saling melengkapi. Ketika seorang sommelier tidak memiliki ruang untuk berdiskusi dengan pengelola restoran mengenai arah menu pairing yang relevan dengan preferensi konsumen masa kini, atau ketika manajer hotel tidak memiliki akses terhadap insight langsung dari pelaku F&B terkait tren dining experience terkini, maka kesenjangan tersebut pada akhirnya menjadi hambatan bagi pertumbuhan industri secara menyeluruh. Di sinilah NFH mengambil peran penting untuk menjembatani gap tersebut.

Pendekatan NFH yang inklusif sekaligus bertujuan menjadi salah satu kekuatan utamanya. NFH tidak hanya berfungsi sebagai forum networking di mana para pelaku industri saling bertukar kartu nama, melainkan dirancang sebagai ruang problem-solving yang terstruktur. Setiap peserta didorong untuk tidak hanya hadir dengan pertanyaan, tetapi juga membawa perspektif serta pengalaman nyata dari lapangan. Hal ini menghasilkan diskusi yang lebih substansial, kolaborasi yang lebih organik, serta solusi yang benar-benar relevan dengan kebutuhan industri F&B dan perhotelan di Indonesia saat ini.

Era pasca-pandemi menghadirkan tantangan tersendiri yang semakin kompleks. Perubahan tren yang terjadi dalam waktu singkat, meningkatnya ekspektasi konsumen terhadap kualitas pengalaman dining dan menginap, hingga tekanan operasional yang semakin tinggi menuntut pelaku industri untuk bergerak lebih adaptif dan inovatif. ISA sendiri merasakan langsung dinamika tersebut, mulai dari perubahan ekspektasi terhadap profesi sommelier, perkembangan pasar wine dan minuman yang semakin beragam, hingga pentingnya pendekatan yang market-minded agar tetap relevan di tengah persaingan yang semakin ketat. Dalam konteks ini, NFH menjadi platform yang tidak hanya membantu para profesional untuk merespons perubahan, tetapi juga memahami arah pergeseran industri secara lebih mendalam dan strategis.

Berkaca dari penyelenggaraan NFH 2025, Togu melihat bahwa banyak pembelajaran dan evaluasi berharga telah dihasilkan. Proses refleksi tersebut menjadi pondasi penting bagi pengembangan NFH ke depan, sehingga NFH 2026 dapat hadir dengan konsep yang lebih matang, lebih terarah, dan memberikan dampak yang lebih nyata bagi industri. NFH telah menunjukkan kemampuannya dalam mempertemukan para pemangku kepentingan yang tepat, mendorong dialog yang relevan, serta menghasilkan langkah-langkah konkret yang mampu menggerakkan industri ke arah yang lebih progresif.

Dengan semangat kolaborasi yang terus diperkuat bersama berbagai asosiasi, termasuk ISA, NFH diharapkan dapat terus menjadi katalis bagi pertumbuhan industri F&B dan perhotelan di Indonesia. Sebuah platform yang tidak hanya menghubungkan, tetapi juga menggerakkan, menyelaraskan, dan membentuk masa depan industri yang lebih adaptif, inklusif, dan berdaya saing tinggi. Jadilah bagian dari kolaborasi yang membentuk masa depan industri F&B dan perhotelan di Nusantara Food and Hotel Series 2026!