Bagi masyarakat Bali, secangkir kopi memiliki makna yang lebih dari sekadar minuman untuk mengawali hari. Kopi telah menjadi bagian dari budaya yang mengiringi berbagai momen kebersamaan, mulai dari berbincang dengan keluarga, berdiskusi, hingga menyambut tamu. Nilai tersebut yang hingga kini terus dijaga oleh Kopi Banyuatis, sebuah brand kopi lokal yang telah menjadi bagian dari perjalanan kopi Bali selama lebih dari enam dekade.
Dalam interview bersama NFH, Ketut Radinna Wikantari selaku CEO CV Pusaka Bali Persada, membagikan kisah bagaimana Kopi Banyuatis tumbuh dari sebuah usaha keluarga yang diwariskan lintas generasi. Perjalanan tersebut bermula dari Ketut Sukaraji, seorang dalang ternama di Bali Utara yang menginvestasikan hasil pekerjaannya untuk membangun perkebunan kopi. Semangat itu kemudian diteruskan oleh generasi berikutnya hingga pada tahun 1960, keluarga mulai memproduksi dan menjual kopi bubuk dari rumah, yang kemudian berkembang menjadi Kopi Banyuatis seperti yang dikenal saat ini.
Bersama sang suami yaitu Gede Pusaka Harsadena, Ketut Radinna melanjutkan perjalanan tersebut dengan tetap mempertahankan nilai-nilai yang diwariskan oleh para pendahulunya. Salah satu keunikan yang masih dijaga hingga saat ini adalah proses roasting tradisional menggunakan kayu bakar serta mesin sangrai Probat asal Jerman yang telah digunakan sejak awal produksi. Menurutnya, proses tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk karakter khas Kopi Robusta Banyuatis yang memiliki cita rasa kuat, body yang tebal, serta sentuhan pahit yang menjadi ciri khasnya.
Di tengah berkembangnya industri kopi Indonesia, Ketut Radinna percaya bahwa kualitas produk saja tidak lagi menjadi satu-satunya faktor yang dicari konsumen. Sebuah brand juga perlu memiliki cerita dan nilai yang mampu membangun kedekatan dengan para penikmat kopi. Karena itu, menjaga kualitas produk sekaligus mempertahankan warisan budaya dan tradisi keluarga menjadi komitmen yang terus dipegang oleh Kopi Banyuatis hingga saat ini.
Berangkat dari keyakinan bahwa cerita dan nilai budaya menjadi bagian penting dari sebuah brand, Ketut Radinna memandang Nusantara Food & Hotel (NFH) Expo 2026 sebagai wadah yang membuka peluang bagi produsen lokal untuk bertemu dengan pelaku industri F&B dan hospitality di Indonesia. Menurutnya, ajang seperti NFH Expo ini menjadi kesempatan bagi brand lokal untuk memperkenalkan produk berkualitas yang tidak hanya memiliki cita rasa, tetapi juga cerita dan nilai budaya di balik setiap prosesnya.
Terinspirasi untuk lebih mengenal kekayaan kuliner Nusantara dan terhubung langsung dengan para pelaku industri? Segera daftarkan diri Anda untuk mengikuti Nusantara Food & Hotel (NFH) Expo 2026. Berikut langkah-langkah pendaftarannya:
- Kunjungi website www.nusantarafoodhotel.com/register dan klik tombol “REGISTER HERE” di pojok kanan atas.
- Lengkapi formulir pendaftaran dengan data yang valid.
- Setelah berhasil terdaftar, Anda akan menerima email konfirmasi berisi QR Code sebagai tiket masuk pameran. Apabila belum ditemukan di inbox, silakan periksa folder spam.
Catat tanggalnya dan jadilah bagian dari transformasi industri F&B dan hospitality Indonesia!
Dapatkan informasi terbaru seputar Nusantara Food & Hotel Expo melalui Instagram @nusantarafoodhotel. Sampai jumpa di Nusantara Food & Hotel Expo 2026 yang akan berlangsung pada 9-12 Juli 2026 di ICE BSD, Tangerang.


